Alif sedang berbincang dengan Bagir mereka berdua sedang dilanda demam batu akik yang saat ini sedang trend dikalangan anak muda. “eh Bagir tau gak lu Kalo pake cincin batu jenis X katanya bisa tambah berwibawa, trus ada juga jenis yang Y katanya bisa mempermudah rejeki”

Tata teman mereka juga yang mencuri dengar perbincangan tersebut langsung memotong pembicaraan dan berkata dengan nada ketus “PERCAYA aja lu sama BATU, Percaya tu sama Allah yang ngasih rejeki bukan sama BATU!!!!”

Dengan tutur kata yang lembut Bagir menjelaskan,

“Saudara ku Tata, apa yang Anda sampaikan betul sekali bahwa sejatinya yang memberikan rejeki itu Allah semata, dan apa yang di katakan saudara Alif juga benar bahwa cincin batu akik bisa membawa manfaat bagi pemakainya dan semua manfaat yang didapat atas ijin Allah tentunya”

“Ya gak mungkin lah batu bawa manfaat, wibawa lah rejeki lah gw mah ga percaya model bgituan musyrik itu, lagian elu masih muda kaya aki-aki aja pake batu akik” sahut Tata

Bagir lagi lagi selalu tersenyum mendengar jawaban Tata, dan kali ini senyumannya bak KH. Aagym dan ia berkata
“Hhmmm bgitu ya, tau kah saudara, bahwa saya dan Alif mengenakan cincin batu akik itu karna idola saudara mengenakannya juga lho”

“Idola gw? Ariel Noah maksud lu? Stau gw doi gak pake cincin batu akik dah, sok tau banget idola gw lu” sahut Tata dengan nada tegas.

Bagir sedikit tertawa sampai terlihat gigi geraham nya seraya menjelaskan bahwa

“idola yang saya maksud bukan Ariel Noah saudara ku, yang saya maksud adalah idola kaum muslimin yaitu Rasulullah SAW, banyak sekali Sunah Rasulullah SAW yang blm bisa saya kerjakan, dan minimal ada satu yang saya amalkan yaitu mengenakan cincin perak bertahtakan batu akik”

Tata diam dan cemberut hatinya gundah bahwa ia baru tau kalau mengenakan cincin adalah sunah nabinya.

“Allahu akbar Allahu akbar…” Suara adzan sholat jumat telah berkumandang

Tata berucap “udah adzan jumatan nih, sampe sini dulu ngobrolnya nanti kita lanjutin lagi, assalamualaikum”

Berangkatlah Tata bergegas ke masjid untuk sholat jumat, ketika ia berwudhu di sebelahnya ada anak muda, terlihat anak muda yang sedang berwudhu mengenakan cincin batu akik, dalam hati ia berucap “yah ini lagi bocah masih muda, ikut”an pake batu akik”

Lalu setelah ia masuk ke masjid sholat sunah 2 rakaat dan duduk untuk mendengarkan khotib dilihatnya sebelah kiri dan kanannya jemaah yang juga mengenakan batu akik, berucap lagi ia dalam hati

“baru sadar gw, muslimin yang pake cincin batu akik banyak juga ya”

Dan pada jumat tersebut sang khotib menjelaskan tentang manfaat sunah” Rasulullah SAW yang diabaikan kaum muslimin, sang khotib tidak membahas tentang cincin batu akik, tapi dilihatnya oleh si Tata bahwa sang khotib mengenakan cincin batu akik, dan alhamdulillah cahaya hidayah untuk menyukai sunah Rasulullah SAW mulai timbul dihatinya. Ia bergumam dalah hati

“Ya allah apa benar mengenakan cincin perak bartahtakan batu itu sunah nabi ku, dan apakah memang ada manfaatnya, tunjukanlah aku ke jalan yang lurus Ya Rabb…

Setelah sholat jumat Tata mencari tau kebenaran tentang sunnah mengenakan cincin batu akik dengan googling melakui Smartphone yang ia punya, bertemulah ia dengan hadits shahih yang berbunyi

“Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbuat dari perak, dan mata cincinnya berasal dari Habasyah (ethiopia).” (HR. Muslim 2094, Turmudzi 1739, dan yang lainnya).

“Wah bener apa yang di bilang sama Bagir, ternyata beneran ada hadits nya”

Saat selesai sholat jumat ia keliling masjid karna banyak pedagang yang berjualan di sekitar masjid, dan ia jumpa dengan penjual cincin batu akik,

Dalam hati ia berdoa “Ya Rab, tadi sebelom sholat jumat bahas cincin batu akik, pas jumatan juga ketemu banyak muslimin pake cincin batu akik, dan kini setelah jumatan diketemukan hamba mu ini dengan penjual batu akik, dan aku baru tau kalau mengenakan cincin batu akik itu termasuk dalam bagian sunah Nabi Mu, ya Rabb ampunilah kesombongan hamba mu ini ya Rabb, dan tunjukanlah aku ke jalan yang lurus yang engkau Ridhoi, Amin”

dihampirinya penjual tersebut, terlihat berbagai cincin batu akik yang dijual, tapi ada satu cincin batu akik yang membuat mata Tata selalu tertuju padanya, yaitu cincin batu akik jenis bacan
“Berapa harga cincin batu akik ini pak?”

“Ohh itu mah murah de, cuma 100rb” sahut pedagang.

Dilihatlah cincin itu oleh tata, “Bismillahirohmannirohim” dicobalah cincin itu di jari manis kanan, dan ternyata pas, “Ya Allah, cincin ini ukurannya pas sekali ditangan hamba, atas izin mu maka aku mengenakan cincin ini semata-mata hanya mengikuti Sunah Nabi Mu, tak ada yang lain” ucap tata dalam hatinya, seraya mengambil uang di dompet, “saya beli yang cincin ini pak, ini uangnya”

– Bersambung –

Mirah Rose
Mirah Rose / Mirah Siam

Suatu kejadian yang sangat unik mewarnai perjalanan hidup saya, dimana cerita ini berawal dari kegemaran saya akan cincin bermata (batu mulia/gemstone)

alkisah ketika saya selesai sholat dhuha sy berdoa salah satu potongan arti doa sholat dhuha adalah “ya Allah, jika rizki ku masih di atas langit maka turunkanlah jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah…dst”

siangnya saya mendapat pesan via whatsapp dari seorang yg bisa dibilang sepuh dari kaum muda mudi, beliau adalah atasan saya ketika saya magang di hotel cipta 2, kami biasa memanggil beliau dengan sebutan Babeh Husein, babeh mengirimkan sebuah foto cincin berbatu merah muda dan beliau menuliskan “Ketemu dalam laci gw dri, Ga tau siapa yg taruh” selama kerja bertahun-tahun tak pernah ada cincin batu tersebut, pas  buka laci meja  kantor cincin tersebut tau” muncul, subhanallah, dan beliau langsung ingat kalau saya baru mulai tertarik dengan cincin bermata, karna beliau tidak tertarik menggunakan cincin bermata, diberikanlah cincin itu kepada saya, dititipkan kepada senior saya dalam dunia IT (lebih tepatnya guru IT saya) Budi namanya

saat batu tersebut dititipkan ke budi, banyak rekan kerjanya yang mau memaharkan/membeli cincin batu tersebut dengan harga yg lumayan wah, dan saudara budi bilang “ini cincin kagak di jual, ini amanat dari babeh hussein, buat si andri”

pada malam harinya, saya kerumah budi, untuk mengambil cincin tersebut, setelah saya lihat sungguh indah sekali corak warnanya hanya saja ukuran cincinnya terlalu besar utk jari saya yg kecil ini ;), ketika sy tanya jenis batu apa, ternyata babeh husein dan budi pun tidak tau jenis batu apa yg bertengger di cincin ini.

cincin sudah ada di tangan saya, namun saya harus mengganti ukuran cincinnya yg terlalu besar, setelah terkumpul uang yg cukup untuk mengganti rumah batunya dengan jenis perak, saya mengajak sahabat saya, jeffry namanya, kebetulan sahabat saya ini juga tertarik dengan batu mulia / gemstone, kami googling untuk mencari jasa memasang ikatan perak pada batu mulia yang tidak jauh dari lokasi kami tinggal, dan kami mendapatkan sebuah toko “Syaagha Jewelry” yg berlokasi di daerah ciputat, yg punya tokonya pun juga biasa di panggil “babeh” 😉

saat itu bulan puasa, saya dan jeffry sore hari berangkat menuju “Syaagha Jewelry” sekalian ngabuburit tentunya, baru seperempat jalan, ehh saya berpapasan dengan sahabat yg sudah lama tak jumpa, Dimas, yang saat ini sedang meniti karir di dunia hiburan stand up comedy,  kami berbincang sejenak menanyakan kabar masing” dan saya melanjutkan petualangam ngabuburit bersama jeffry, sepanjang perjalanan saya melewati banyak sekali penjual “capucino cincau” dalam hati saya berkata “banyak amat yg jual capucino cincau, jadi pengen nyoba” dan sampailah saya ke toko “Syaagha Jewelry” urusan capucino cincaw jadi lupa, saya bincang” dengan babeh si pemilik toko, “beh sy punya batu akik, bisa di iketin pake perak? “, “bisa, mana batunya” saya berikan batunya, baru sebentar batu itu di pegang babeh dia berkata “batunya bagus nih” seraya menyematkan batu di tangannya, saya msh belum tau apa jenis batu itu dan saya tanyakan kepadanya, beliau menjawab “ini jenis batu mirah rose, kl kata orang jawa biasanya disebut mirah siam, ini rumah cincinnya mau model kaya gimana?” sembari melirik-lirik gemstone yg ada di etalase saya menjawab “modelnya terserah beh, pokoknya yang pas buat di pake sama anak muda dan pas sama batunya” “ok” sahutnya, lalu giliran sahabat saya jeffry bertanya “beh, ini batu saya bisa di kecilin ga? bentuknya ga simetris” “wah ga bisa de, batu kalimaya itu lembek, gampang pecah, coba di gosok aja”

urusan kami dengan “Syaagha Jewelry” selesai, kami bergegas pulang dan mampir ke “Knucklehead Store” salah satu distro clothing favorite yg menjadi langganan saya,  kami mampir untuk numpang berbuka puasa, duduk sejenak lalu adzan magrib berkumandang saatnya kami berbuka puasa, ternyata salah satu staff  “Knucklehead Store” menyediakan menu buka puasa capucino cincau, wow saya sempat kaget, karna saya merasa apa yg terlintas di hati saya ketika di perjalanan di kabulkan oleh Allah SWT, Alhamdulillah.

3 hari berikutnya saya dikabarkan babeh si pemilik “Syaagha Jewelry” kalau pesanan saya sudah jadi, hehe saya senang karna bentuk cincinya bagus.

bulan ke bulan waktu terus berjalan mengiringi perjalanan saya bersama cincin bermata mirah rose, banyak sekali Berkah yang saya dapatkan semenjak saya mengenakan cincin batu tersebut  (Berkah dari Yang Maha Agung tentunya) dan saya tidak bisa menceritakannya disini.

sampailah saya pada tahun baru hijriyah (1 muharram), belum lama saya membuat artikel “Fakta Menarik Seputar Kalender Hijriyah”, saat mengumpulkan materi artikel saya menemukan sebuah situs yang bisa mengkonversi kalender hijriyah ke kalender masehi (http://rukyatulhilal.org/konversi/ ) , saya iseng mengkonversi tanggal lahir saya, dan setelah di konversi ternyata tanggal lahir saya adalah 23 Ramadhan dan bulan ramadhan adalah bulan yang ke-9 di kalender hijriyah, saya baru tau tgl lahir saya bulan 23 ramadhan ya baru-baru ini, lalu apa hubungannya dengan cincin yang saya kenakan???

2 hari yang lalu, ketika saya memandangi bentuk cincin yang saya pakai, saya coba untuk mengitung jumlah pernak pernik yg menghiasinya, inilah yang membuat saya terheran-heran, jumlah mata yang melingkari batu mirah rose yaitu 23 mata, jumlah mata hiasan kiri dan kanan masing” ada 4, total kiri dan kanan adalah 8 ditambah dengan batu mirah rosenya jadi 9, dan saya memesan cincin ini tanpa pesanan spesifik “modelnya terserah beh, pokoknya yang pas buat di pake sama anak muda dan pas sama batunya”

23 mata pada lingkaran dan 9 mata membentuk horizontal, dan tanggal lahir saya pada kalender hijriyah adalah 23 bulan 9 atau 23 ramadhan, kata Ramadhan berakar dari kata ar-ramdha yang menunjukkan suasana cuaca
yang panas, warna batunya pun juga berwarna merah tua (merah juga bisa melambangkan panas), dan proses pembuatan ikatan batu ini juga bulan ramadhan, apakah ini hanya sekedar kebetulan semata? Wallahu a’lam

saya sering ditanya perihal alasan menggunakan cincin batu / gemstone dan alasan UTAMA saya menggunakan cincin adalah karna sunnah Rasul SAW, ya benar, karna sunnah Rasul SAW, banyak sekali sunnah Rasul SAW yang belum mampu saya kerjakan, tapi setidaknya ada satu yang saya amalkan, dan mudah”an saya bisa menyusul mengamalkan sunnah” yang lain, berpuluh puluh hadits shahih dalam shahih Bukhari, Muslim, Tirmidzi dll menjelaskan perihal cincin Rasul SAW , sebagaimana diriwayatkan

“Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbuat dari perak, dan mata cincinnya berasal dari Habasyah (ethiopia).” (HR. Muslim 2094, Turmudzi 1739, dan yang lainnya).